Jeda aktif membantu menciptakan ritme kerja yang lebih seimbang. Ketika seseorang bekerja terus-menerus tanpa berhenti, tubuh dan pikiran dapat merasa cepat lelah. Sebaliknya, memberikan waktu jeda yang aktif membantu mengatur ulang energi dan menciptakan alur kerja yang lebih harmonis.
Salah satu cara membangun rutinitas jeda aktif adalah membuat pengingat kecil di ponsel atau komputer. Setiap pengingat berbunyi, seseorang bisa berdiri, berjalan beberapa langkah, atau melakukan gerakan peregangan ringan. Dalam hitungan menit, tubuh dapat kembali terasa segar.
Selain pengingat, rutinitas jeda aktif juga dapat disesuaikan dengan pola kerja pribadi. Misalnya, seseorang dapat melakukan gerakan sederhana setiap kali menyelesaikan tugas tertentu — seperti merapikan meja, mengisi gelas air, atau melihat ke luar jendela untuk beberapa detik.
Aktivitas ringan seperti mengambil napas dalam-dalam atau merilekskan bahu juga dapat dimasukkan ke dalam rutinitas jeda. Langkah kecil ini membantu menjaga ketenangan pikiran dan mencegah kelelahan emosional yang dapat muncul setelah bekerja cukup lama.
Dengan menjadikan jeda aktif sebagai kebiasaan, waktu kerja terasa lebih terstruktur, nyaman, dan lebih mudah diatur.
